Hermawan menambahkan, masyarakat Sumbang kerap mempertanyakan kelanjutan rencana pembangunan sekolah tersebut. Sebagai wilayah perbatasan, angka putus sekolah di Sumbang masih cukup tinggi.
“Kami berharap DPRD dapat membantu merealisasikan keinginan warga agar sekolah kejuruan di Sumbang segera terbangun,” ujarnya.
DPRD Jateng melalui Komisi E memang tengah memberi perhatian terhadap pembangunan sekolah di daerah blank spot.
Pada anggaran 2026, Pemprov Jateng telah mengalokasikan sekitar Rp80 miliar untuk pembangunan pendidikan di Banyumas, mencakup 3 SMA, 3 SMK, dan satu SLB.





















