MATASEMARANG.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang berdekatan dengan Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen istimewa di Kota Semarang.
Situasi ini menghadirkan suasana khas tradisi besar masyarakat Tionghoa dan tradisi besar masyarakat Muslim yang hadir hampir bersamaan dalam satu ruang kota yang sama.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Selasa, 10 Februari 2026. Agustina menyampaikan harapan baik bagi seluruh warga Kota Semarang dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, yang tahun ini memasuki Shio Kuda Api.
“Tahun kuda katanya mudah-mudahan membawa rezeki yang lebih banyak, kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih baik bagi seluruh warga Kota Semarang,” kata Agustina.
Lebih dari sekadar perayaan, ia menekankan bahwa momen ini memperlihatkan kekuatan Kota Semarang sebagai rumah bersama bagi seluruh warganya.
“Hari ini kita dikumpulkan ramah-tamah oleh beliau, Mas Kukrit, dan bisa bertemu dengan seluruh lintas agama, lintas suku, lintas komunitas. Untuk membangun persepsi yang selaras untuk Semarang Damai,” tuturnya.
Agustina juga menyampaikan bahwa Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa menjadi ruang penting untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan.
“Imlek yang berdekatan dengan bulan puasa ini akan dikemas sedemikian rupa supaya menjadi sebuah momen di mana toleransi di Kota Semarang ini menguatkan seluruh pihak,” tuturnya.
Menurut Agustina, masyarakat akan melihat simbol-simbol budaya yang saling hadir berdampingan dalam rangkaian tradisi kota.
“Nanti akan kita lihat ada simbol-simbol Imlek bertemu dengan simbol-simbol Ramadan,” ungkapnya.





















