Penemuan itu memaksa tim teknis melakukan penyesuaian desain agar tidak merusak struktur asli candi.
“Di akhir Desember kemarin memang sempat terlambat karena ada penemuan reruntuhan, sehingga gambar harus diganti,” jelas Camelia.
Meski menghadapi tantangan, Candi Bata Gringsing diyakini memiliki potensi besar sebagai pusat edukasi sejarah dan pariwisata budaya. Penataan yang tepat diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata Batang sekaligus menjaga warisan budaya agar tidak hilang ditelan waktu.
Kini, situs bersejarah itu berada di persimpangan antara pelestarian dan keterbatasan anggaran.


















