MATASEMARANG.COM – Manajemen Trans Semarang bergerak cepat menanggapi persoalan sejumlah halte yang “tenggelam” akibat proyek betonisasi di Jalan Brigjen Sudiarto (Majapahit).
Kepala BLU UPTD Trans Semarang Haris Setyo Yunanto mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memetakan titik terdampak dan siap melakukan eksekusi perbaikan dalam waktu dekat.
Berdasarkan hasil pemetaan terbaru, Haris menyebutkan setidaknya ada tiga titik halte utama yang mengalami kendala operasional serius akibat ketinggian jalan yang kini tidak sejajar dengan pintu bus.
“Memang ada tiga halte yang terdampak cor beton, terdiri dari satu halte portable dan dua halte permanen. Titik lokasinya berada di Halte Pucang Gading, Halte Manunggal, dan Halte Zebra arah kota,” ungkap Haris, Selasa 13 Januari 2026.
Haris menegaskan bahwa proses penganggaran sedang difinalisasi agar renovasi infrastruktur tidak tertunda lebih lama.
Harapannya, halte-halte yang terdampak proyek peninggian jalan sudah bisa direnovasi pekan depan.
“Saat ini kami sudah melakukan mapping dan sedang dalam tahap penghitungan anggaran untuk renovasi. Harapannya, minggu depan sudah bisa langsung kita eksekusi untuk renovasi fisik di lapangan,” jelasnya.
Untuk mitigasi sementara, Trans Semarang menurunkan penumpang dari pintu depan.
Persoalan selisih ketinggian (leveling) antara halte dan pintu armada bus Trans Semarang akibat proyek peninggian jalan ini sebelumnya menjadi sorotan dari masyarakat dan dewan.
Selisih ketinggian membuat penumpang, terutama kelompok rentan, kesulitan saat hendak naik atau turun dari armada.

















