MATASEMARANG.COM – Pada awal bulan Ramadan 2026, harga cabai rawit superpedas atau biasa disebut lombok “setan” di sejumlah pasar tradisional terpantau mengalami kenaikan.
Di Pasar Johar dan Pasar Karangayu, harga cabai rawit “setan” yang semula Rp90 ribu per kg naik menjadi Rp95 ribu/kg. Padahal pada awal Januari tahun ini masih pada kisaran Rp55.000–Rp60.000/kg.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang Endang Sarwiningsih menyebut telah memantau harga bahan pokok di pasar tradisional bersama Dinas Perdagangan dan pihak kepolisian.
Endang menyampaikan harga cabai rawit setan memang merangkak naik, namun ketersediaannya masih tercukupi.
Ia mengatakan alasan harga cabai rawit setan merambat naik karena tenaga petik cabai di daerah penghasil ikut libur saat awal Ramadan.
Hal tersebut membuat distribusi cabai dari daerah penghasil ke Kota Semarang menjadi terhambat.
“Tenaga petiknya ini ikut libur selama awal Ramadan jadi distribusi ke Semarang melambat dan ini yang membuat harganya sedikit naik,” kata Endang saat dikonfirmasi pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Pihaknya akan berusaha menekan harga cabai agar tidak melambung makin tinggi dengan melakukan intervensi yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Untuk cabai kami sudah koordinasii dengan provinsi bahwa cabai ini segera kami intervensi agar harga bisa terkendali,” tuturnya.
“Kami bekerja sama dengan BUMD provinsi, mungkin dalam waktu 1–2 hari lagi bisa kami gelontorkan cabai rawit ke pasar tradisional, agar harga relatif murah,” imbuhnya.


















