MATASEMARANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah memperkuat kesiapsiagaan dan respons kebencanaan sektor jasa keuangan melalui Rapat Koordinasi Kewaspadaan dan Tanggap Bencana bersama seluruh Industri Jasa Keuangan (IJK) di Jawa Tengah.
Kepala OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menegaskan rapat koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem tanggap bencana yang solid dan responsif.
“Dengan kolaborasi yang kuat, komitmen yang tulus, dan aksi yang terkoordinasi, kita dapat membangun Jawa Tengah yang lebih tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang,” ujarnya belum lama ini.
Rapat menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang Riyanto, Kepala Kelompok Kerja Layanan Data dan Informasi BMKG Jawa Tengah Sulistyowati, serta Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Jawa Tengah Ony Suharsono, yang juga Direktur Bisnis Kelembagaan, Tresuri, dan Unit Usaha Syariah BPD Jateng.
Dalam paparannya, Riyanto menyampaikan prediksi cuaca dan iklim Jawa Tengah untuk periode 2025–2026 beserta rekomendasi langkah antisipatif.
Sulistyowati menekankan pentingnya mitigasi bencana oleh IJK sebagai kunci menjaga keberlanjutan operasional sektor keuangan. Sementara Ony Suharsono menegaskan dukungan aktif IJK dalam penanganan kebencanaan melalui sinergi dengan OJK.
Rapat juga menyepakati bahwa penyaluran bantuan dari IJK ke wilayah terdampak bencana harus dilakukan tepat waktu, tepat sasaran, dan menghindari duplikasi.


















