Ini Penyebab IHSG “Terjun Bebas” pada Rabu Pagi

MSCI juga menilai bahwa meskipun BEI telah melakukan sejumlah perbaikan minor terkait data free float, persoalan mendasar mengenai investability pasar saham Indonesia masih belum terjawab. Investor global menyoroti rendahnya transparansi struktur kepemilikan saham serta adanya kekhawatiran potensi transaksi yang bersifat terkoordinasi.

“Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu mekanisme pembentukan harga yang wajar dan meningkatkan risiko volatilitas yang tidak sehat di pasar,” ujar Hendra.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, MSCI menerapkan kebijakan pembekuan sementara yang berlaku efektif segera. Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor dan Number of Shares, baik yang berasal dari peninjauan indeks, termasuk Review Februari 2026, maupun dari aksi korporasi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  IHSG Pagi Ini "Terjun Bebas"

Selain itu, MSCI juga tidak akan menambahkan saham baru Indonesia ke dalam indeks MSCI Investable Market Indexes dan menahan kenaikan segmen ukuran saham, seperti perpindahan dari kategori Small Cap ke Standard Index

Kebijakan itu bertujuan menekan risiko perputaran indeks yang berlebihan sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar Indonesia untuk melakukan perbaikan transparansi secara lebih menyeluruh

Pada perdagangan Selasa (27/1), bursa AS Wall Street kompak bergerak variatif, di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,83 persen ditutup di level 49.4212,40, indeks S&P 500 menguat 0,41 persen ke level 6.950,30, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,88 persen ditutup di 25.713,21.

Pos terkait