Dia mencontohkan, seperti yang telah diterapkan pada lahan pertanian di Desa Bansari. Saat proses pengangkutan dilakukan secara manual alias jalan kaki, maka besaran biaya usung atau angkut lintas bukit membutuhkan biaya Rp5.000 per karung untuk sekali jalan.
Berbeda, apabila proses pengangkutan memakai metode tali sling yang cukup menghemat pengeluaran setiap petani.
Berdasar kalkulasi sederhana, efisiensi atau penghematan anggarannya sendiri mencapai sekitar 13 kali lipat lebih murah.
“Untuk sekali jalan bisa mengangkut hingga delapan karung. Padahal untuk setiap satu liter bahan bakar seharga Rp12.000 yang digunakan, dapat mengangkut hingga empat kali jalan. Atau jika ditotal 32 karung,” pungkasnya.


















