Jakarta Kota Terpadat di Bumi, Dihuni Nyaris 42 Juta Manusia

Jakarta
Suasana permukiman padat penduduk di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (22/11/2020). Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 hingga Minggu (22/11), terdapat penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 4.360 orang sehingga total mencapai 497.668 kasus dengan total jumlah pasien sembuh 418.188 orang dan total kasus meninggal dunia 15.884 orang. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Estimasi jumlah penduduk itu bertujuan untuk menyediakan data bagi para pembuat kebijakan dan peneliti dalam merancang masa depan perkotaan, di mana kemampuan mengelola pertumbuhan kota secara berkelanjutan dinilai penting, tidak hanya bagi penduduk perkotaan tetapi juga bagi kemajuan global dalam mencapai target iklim.

Laporan tersebut mencatat bahwa dunia semakin terurbanisasi dengan kota-kota kini menjadi tempat tinggal bagi sekitar 45 persen dari total 8,2 miliar penduduk dunia. Jumlah saat ini telah mencapai lebih dari dua kali lipat proporsinya pada 1950.

BACA JUGA  Polda Jateng Tangkap Pelaku Perusak Aset Rumah PT KAI Daop 4 Semarang Jalan Gergaji, 4 Oknum GRIB JAYA

Selain itu, sekitar dua pertiga dari pertumbuhan penduduk dunia antara 2025 hingga 2050 diproyeksikan terjadi di kawasan perkotaan, sementara sebagian besar sisanya di kota-kota kecil.

Bacaan Lainnya

Namun, dalam beberapa dekade mendatang, semakin banyak negara diperkirakan mengalami penurunan signifikan populasi perkotaan pada 2050. PBB menyebut Jepang dan China termasuk di antaranya, terutama akibat tingkat kelahiran yang terus rendah dan penurunan populasi secara keseluruhan.

BACA JUGA  Bir Pletok, Minuman Niralkohol yang Menghangatkan

Tokyo dan Seoul menjadi satu-satunya kota di antara 10 kota terbesar dunia pada 2025 yang diperkirakan mengalami penurunan jumlah penduduk pada pertengahan abad ini, menurut laporan tersebut. (Ant/Kyodo-OANA)

Pos terkait