Jakarta Kota Terpadat di Bumi, Dihuni Nyaris 42 Juta Manusia

Jakarta
Suasana permukiman padat penduduk di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (22/11/2020). Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 hingga Minggu (22/11), terdapat penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 4.360 orang sehingga total mencapai 497.668 kasus dengan total jumlah pasien sembuh 418.188 orang dan total kasus meninggal dunia 15.884 orang. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

MATASEMARANG.COM – Jakarta beserta wilayah sekitarnya (aglomerasi) menempati peringkat sebagai kota terbesar di dunia dengan jumlah penduduk mencapai 41,9 juta jiwa, disusul oleh Dhaka, sementara Tokyo turun ke posisi ketiga.

Kantor Berita Jepang, Kyodo, Kamis, mengutip laporan PBB, melaporkan bahwa pertumbuhan populasi ibu kota Jepang lebih lambat dibandingkan Jakarta dan Dhaka.

Laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai prospek urbanisasi menyatakan bahwa peringkat Tokyo sebagai salah satu kota dengan jumlah penduduk terpadat di dunia turun dari posisi pertama pada tahun 2000 menjadi peringkat ketiga pada 2025, menurut laporan PBB yang menggunakan metode penilaian khusus untuk memudahkan perbandingan internasional.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Libur Waisak 144 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta Menuju Jateng Jatim Via Tol Trans Jawa

Ke depan, jumlah penduduk kawasan perkotaan Tokyo diperkirakan menyusut dari 33,4 juta jiwa pada 2025 menjadi 30,7 juta jiwa pada 2050. Dengan penurunan tersebut, Tokyo diproyeksikan turun ke peringkat ketujuh.

Sementara itu, Dhaka diperkirakan menjadi kota terbesar di dunia dengan 52,1 juta penduduk, diikuti Jakarta, Shanghai, New Delhi, Karachi, dan Kairo.

Merujuk laporan PBB itu, istilah “kota” didefinisikan sebagai setiap aglomerasi wilayah geografis yang saling berdekatan dengan kepadatan minimal 1.500 penduduk per kilometer persegi dan total populasi sedikitnya 50.000 jiwa.

BACA JUGA  Sukses Gelar MotoGP Indonesia, Sirkuit Mandalika Siap Jadi Venue Balap Mobil

Berdasarkan metodologi yang digunakan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA), perhitungan untuk Tokyo hanya mencakup kawasan perkotaan, termasuk wilayah perkotaan di prefektur tetangga seperti Saitama, Chiba, dan Kanagawa. Sementara itu, jumlah penduduk resmi wilayah administratif Tokyo sekitar 14 juta jiwa.

Pos terkait