MATASEMARANG.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan awal musim kemarau 2026 di wilayah Jawa Tengah maju lebih awal dari rata-rata historisnya.
Selain datang lebih cepat, sifat hujan sepanjang musim kering tahun ini diprediksi berada pada kategori Bawah Normal (BN) atau lebih kering dari biasanya.
Data klimatologi menunjukkan bahwa gerbang masuk musim kemarau di Jawa Tengah terbagi dalam tiga gelombang utama:
- April 2026 (Luasan Zona Musim 20,4 persen): Meliputi Kabupaten Rembang, Kepulauan Karimunjawa, sebagian besar Pati, Kudus, Demak, serta sebagian Purworejo, Kendal, Jepara, Blora, dan Kota Semarang.
- Mei 2026 (Luasan Zona Musim 66,7 persen): Meliputi Kabupaten Cilacap, Magelang, Semarang, Boyolali, Grobogan, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kota Salatiga, dan Kota Surakarta.
- Juni 2026 (Luasan Zona Musim 12,9 persen): Meliputi Kabupaten Purbalingga, sebagian besar Banyumas, Banjarnegara, serta sebagian Pekalongan, Batang, dan Wonosobo.
Bila dibandingkan dengan rerata klimatologis, awal kemarau di 51,8 persen wilayah Jawa Tengah diprediksi maju (lebih cepat).
Sementara 46,3 persen wilayah diprediksi sama (normal), dan hanya 1,9 persen wilayah yang mundur (terlambat), yakni di Kota Pekalongan serta sebagian utara Tegal, Pemalang, dan Pekalongan.
Puncak Kemarau pada Agustus
BMKG memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Tengah akan terjadi merata pada bulan Agustus 2026.
Meski demikian, beberapa daerah akan mengalami puncak kemarau lebih awal pada Juli 2026, meliputi Kota Surakarta, sebagian besar Kudus dan Blora, serta sebagian Demak, Sragen, Karanganyar, dan Sukoharjo.
Sebaliknya, wilayah Kepulauan Karimunjawa baru akan mencapai puncak kemarau pada September 2026.
Secara umum, sifat hujan selama kemarau berada di bawah normal. Sifat hujan kategori normal hanya berpotensi terjadi di sebagian Pemalang, Pekalongan, Pati, serta sebagian kecil Tegal dan Rembang.
Durasi Kemarau hingga 7 Bulan
Panjangnya jangka waktu musim kemarau 2026 di Jawa Tengah umumnya diprediksi berkisar antara 16 hingga 21 dasarian (5 hingga 7 bulan).


















