MATASEMARANG.COM – Provinsi Jawa Tengah kembali mencatat capaian positif dalam upaya pencegahan radikalisme.
Berdasarkan Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 yang dipublikasikan BNPT, nilai IPR Jawa Tengah tercatat 10,9, menurun dari tahun 2024 sebesar 11,4.
Angka ini menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan tingkat potensi radikalisme terendah di Pulau Jawa.
Hasil survei disampaikan dalam kegiatan Internalisasi Hasil Survei IPR 2025 yang digelar BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah melalui forum Kajian Senin Kamis (KSK).
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen TNI Sigit Karyadi menegaskan penurunan IPR merupakan bukti efektivitas kolaborasi multipihak.
“Namun capaian ini tidak boleh membuat kita lengah. Ancaman radikalisme terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan sosial,” ujarnya, 2 Juli 2026.
Peneliti FKPT Jateng Ahmad Ro’uf menambahkan, keunggulan Jawa Tengah tercermin dari dimensi pemahaman sebesar 11,3 dan dimensi tindakan 0,4 yang berada di bawah rata-rata nasional.
Namun, dimensi sikap masih berada di angka 20,9 sehingga menunjukkan potensi intoleransi yang perlu ditekan melalui edukasi dan penguatan nilai kebangsaan.
Hasil survei juga mencatat 68 persen responden mengakses konten keagamaan secara daring, dengan 20 persen di antaranya menyebarkan kembali konten tersebut.
Ahmad Ro’uf menekankan pentingnya gerakan literasi digital Saring Sebelum Sharing agar masyarakat lebih bijak dalam menyebarkan informasi.


















