MATASEMARANG.COM – Penggerebekan terduga bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah, memakan korban dari aparat kepolisian dan seorang dari keluarga terduga pelaku.
Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, meninggal dunia dan dua personel lainnya dilaporkan belum ditemukan saat mengikuti operasi penggerebekan terduga bandar narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kamis dini hari.
“Benar ada kejadian itu dan saat ini kami masih fokus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan,” kata Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, saat dikonfirmasi dari Palangka Raya.
Operasi diawali dengan penggerebekan terhadap terduga pelaku tindak pidana narkotika. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan salah seorang terduga pelaku.
Namun situasi berubah ketika sejumlah anggota keluarga terduga pelaku diduga melakukan perlawanan terhadap petugas menggunakan senjata tajam saat proses penangkapan berlangsung.
“Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang. Anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia,” ucapnya.
Dodik menjelaskan, perlawanan tersebut kemudian memicu datangnya warga lain ke lokasi sehingga situasi menjadi tidak terkendali.
Personel kepolisian yang bertugas berupaya mengamankan diri sekaligus mengendalikan keadaan.
Dalam insiden itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas sebagai anggota Satresnarkoba Polres Katingan.


















