Jatman Semarang: TI Bukan Ancaman tapi Media Efektif Jangkau Sasaran Dakwah Lebih Luas

MATASEMARANG.COM – Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (Jatman) Kota Semarang Dr Ir H Joko Pujiono MSi, mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial sebagai sarana dakwah.

Ajakan tersebut disampaikan dalam dialog Kurma (Kupasan Ramadan Penuh Makna) bertema “Dakwah Berbasis Teknologi Informasi” di Masjid Agung Jawa Tengah, Selasa (24/2/2026).

Menurut Joko, perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan teknologi menuntut metode dakwah ikut bertransformasi. Ia menyebut, pengguna media sosial di Indonesia mencapai sekitar 180 juta orang atau lebih dari 60 persen jumlah penduduk. Rata-rata remaja menggunakan media sosial selaa 5–6 jam per hari.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Anak Muda Gagal Ginjal, Penyebabnya Minuman Manis Berpewarna

“Ini menjadi peluang besar untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Ke depan kita tidak bisa menghindari media sosial,” ujarnya.

Joko mengutip data Asosiasi Riset Muslim Indonesia yang menyebutkan muslim Indonesia yang tertib menjalankan shalat lima waktu kurang dari 40 persen. Sementara itu, sekitar 60 persen muslim Indonesia bisa membaca Al-Qur’an, dan 40 persen di antaranya membaca dengan tajwid yang baik.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama dalam dakwah. Metode dakwah yang dulu sudah bagus, tetapi perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi,” katanya.

BACA JUGA  Bernadya Dituduh Translate Lirik Lagu Musisi Luar Negeri, Begini Respons yang Diberikan

Ia mencontohkan dakwah para Wali Songo yang dinilai berhasil pada masanya. Namun, menurut dia, perkembangan teknologi informasi saat ini belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam aktivitas dakwah.

“Teknologi informasi (TI) bukan ancaman, melainkan pendukung yang efektif untuk menjangkau masyarakat lebih luas,” tegasnya.
Joko menambahkan, materi dakwah sebenarnya sudah banyak tersedia, seperti dari khutbah Jumat dan ceramah keagamaan.

Pos terkait