MATASEMARANG.COM – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, KAI Daop 4 Semarang telah memetakan daerah pantauan khusus guna mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Ada sebanyak 20 titik daerah pantauan khusus (dapsus) di wilayah Daop 4 Semarang yang berpotensi terjadi banjir, longsor dan tanah labil.
Atas titik-titik tersebut, Daop 4 Semarang menyiagakan alat material untuk siaga (AMUS) diantaranya bantalan rel, batu balas, karung pasir, rel, gerbong balas hingga Kendaraan Perawatan Jalan Rel (KPJR) di seluruh wilayah operasi seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Blora, hingga Grobogan.
Kepala Daop 4 Semarang KAI Suharjono mengatakan selain menyiapkan AMUS, pihaknya membuka posko angkutan Nataru selama 18 hari mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Persiapan menghadapi angkutan Nataru ini juga termasuk aspek sumber daya manusia (SDM) seperti masinis dan asisten masinis yang harus mematuhi SOP agar tidak terjadi gangguan perjalanan kereta api dari faktor human error.
“Kami juga siapkan personel ekstra sebanyak 105 orang yang akan bertugas di sepanjang jalur rel. Jumlah tersebut terdiri dari penjaga daerah pantauan khusus ekstra sebanyak 45 personel, petugas pemeriksa jalur ekstra sebanyak 13 personel, dan penjaga perlintasan ekstra 47 personel yang siap siaga 24 jam untuk mencegah terjadinya gangguan perjalanan KA,” jelasnya.
Dari sisi pengamanan, KAI Daop 4 Semarang telah menyiapkan sebanyak 362 personel pengamanan yang terdiri dari 119 personel Polsuska, 200 personel Security, dan 5 personel Pengamanan Eksternal.


















