KAI Daop 4 Semarang: Ada 20 Titik Daerah Pantauan Khusus saat Nataru

suasana stasiun Semarang Tawang. (matasemarang.com/Lia Dina)
suasana stasiun Semarang Tawang. (matasemarang.com/Lia Dina)

KAI Daop 4 juga menambah petugas pengamanan ekstra sebanyak 38 personel yang terdiri dari TNI dan Polri (Brimob dan K9 atau Anjing Pelacak).

“Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan objek-objek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta,” terangnya.

Dalam rangka mempersiapkan masa Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Daop 4 Semarang juga telah melaksanakan berbagai upaya untuk terciptanya perjalanan kereta api yang aman serta liburan yang menyenangkan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Hujan Ringan Guyur Semarang Sepanjang Hari, Potensi Angin Kencang di Wilayah Utara

Salah satunya KAI telah menggencarkan program Management Safety Walkthrough (MSWT), di mana pada program ini melibatkan top manajemen KAI mulai dari Komisaris, Direksi hingga setiap Kepala Daerah yang akan memeriksa tempat kerja dan seluruh lintas operasional kereta api untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan memastikan SOP serta protokol kesehatan pada setiap unit kerja dipenuhi.

Selain itu, KAI bersama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga telah melaksanakan Rampcheck SPM (Standar Pelayanan Minimum) Angkutan Nataru 2025/2026 dengan memeriksa stasiun pelayanan penumpang dan kereta api penumpang di wilayah Daop 4 Semarang.

BACA JUGA  Masjid Jami Jatisari Kembangkan Usaha Isi Ulang Air Minum Ramah Lingkungan

Selanjutnya Daop 4 Semarang juga telah melakukan kerjasama dengan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang dalam memprakirakan cuaca yang bertujuan untuk mempersiapkan jika terjadi cuaca ekstrim yang akan terjadi di sepanjang lintas operasional kereta api di wilayah Daop 4 Semarang.

Dalam upaya menyukseskan penyelenggaraan Angkutan Nataru ini, KAI berkolaborasi dengan berbagai pihak meliputi Kementerian Perhubungan, Balai Besar Wilayah Sungai, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Basarnas, anggota komunitas pecinta kereta api, serta pihak-pihak lainnya.

Pos terkait