MATASEMARANG.COM – Maraknya kasus botol minum atau tumbler milik salah satu pengguna jasa kereta rel listrik (KRL) di Jakarta beberapa waktu lalu yang berbuntut panjang pada salah satu petugas, kini PT KAI menghimbau kepada seluruh penumpang kereta baik kereta api maupun KRL untuk menjaga barang bawaan dan jangan sampai tertinggal termasuk botol minum.
Termasuk di Daop 4 Semarang, yang selalu mengingatkan penumpang kereta api untuk mengecek kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta api.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo menyebut dalam kurun waktu Januari – Oktober 2025, tercatat setidaknya ada 26 tumbler dari 440 barang yang tertinggal dan berhasil diamankan oleh petugas.
Dari keseluruhan barang yang tertinggal tersebut tercatat estimasi nilanya mencapai Rp923.131.000. Sementara 74 diantaranya adalah barang berharga seperti handphone, laptop, proyektor, dan perhiasan.
“KAI Daop 4 Semarang meningkatkan pelayanan aman dan terpercaya melalui layanan Lost and Found. Layanan ini membantu pelanggan menemukan barang yang tertinggal di stasiun maupun di kereta api,” kata Franoto, Minggu 30 November 2025.
Ia mengatakan jika pelanggan dapat melaporkan kehilangan melalui kondektur, petugas pengamanan (Polsuska), atau KAI Contact Center 121.
“Setelah laporan diterima, petugas melakukan penelusuran dan mengembalikan barang secara langsung jika segera ditemukan. Jika memerlukan waktu lebih lama, pelanggan akan mendapatkan informasi perkembangan pencarian,” jelasnya.
Saat mengambil barang, pelanggan diwajibkan menunjukkan identitas diri. Informasi barang temuan juga diumumkan melalui pengeras suara di stasiun. Barang makanan hanya disimpan maksimal 1×24 jam sebelum dimusnahkan untuk menjaga kebersihan.





















