Proses memasak dilakukan dalam beberapa tahapan oleh koki yang berpengalaman, dan komposisi menu juga dijaga agar selalu mencakup unsur sayur, protein, dan karbohidrat guna memenuhi kebutuhan gizi mahasiswa.
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Undip Edy Surahmad mengatakan aspek pengawasan kualitas dan distribusi juga menjadi fokus utama dalam menjamin efektivitas program.
“Kami dari Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni senantiasa memantau komposisi nutrisi dalam Food Truck. Hal ini penting agar mahasiswa mendapatkan asupan yang seimbang untuk menunjang aktivitas akademik mereka,” katanya.
Ia mengatakan pendistribusian makan siang gratis dilakukan melalui sistem tiket yang bisa didapatkan mahasiswa Undip melalui SSO, yakni akun pribadi perkuliahan.
“Setiap mahasiswa kan punya akun SSO. Bisa langsung akses ticketing di situ. Jadi, selain mahasiswa Undip ya tidak bisa. Ini juga untuk mencegah kerumunan,” katanya.
Selain dilaksanakan di kampus utama Undip di Tembalang dan Pleburan, Food Truck juga dilaksanakan di Kampus Undip di Pekalongan, Jepara, Rembang, dan Batang.
Program tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapat pekerjaan tambahan, seperti yang dirasakan oleh Amanda Herbudiarti dan Yonathan Gutom Prayoga yang terlibat sebagai kru lapangan.
Mahasiswa dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip itu mengaku mendapatkan pengalaman berharga di bidang food and beverage (F&B), sekaligus berkontribusi membantu sesama mahasiswa dan mendapat jaringan teman dari berbagai fakultas. [Ant]





















