Menurut dia, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk meminimalisir risiko kecelakaan berulang. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga keselamatan di jalan.
“Satu-satunya cara bagaimana? Kita kolaborasi Dinas Perhubungan, kepolisian dengan para pengusaha yang truknya lewat situ. Ini harus dikoordinasikan kembali. Sudah dikolaborasikan terus-terus tapi tetap saja terjadi kecelakaan,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kota Semarang terus mendorong penguatan koordinasi lintas pihak serta peningkatan kesadaran bersama dalam mematuhi aturan yang berlaku, khususnya bagi kendaraan angkutan barang yang melintas di jalur tersebut.
Agustina menegaskan, penanganan kawasan Silayur membutuhkan komitmen kolektif agar keselamatan pengguna jalan dapat terjaga secara berkelanjutan.





















