Kereta Cepat “Whoosh” Jakarta-Surabaya Lanjut, Bila…

Kereta Cepat Jakarta -Bandung "Whoosh"
Kereta Cepat Jakarta - Bandung "Whoosh" yang dapat memangkas waktu perjalanan ke Bandung hanya 45 menit. ANTARA/Fitra Ashari

MATASEMARANG.COM – Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menyebut keberlanjutan kereta cepat Jakarta-Surabaya bergantung pada dukungan pemerintah.

“Kereta api cepat itu mahal. Tidak semua perbankan atau lembaga keuangan mampu dan mau mendanai kereta cepat. Makanya di banyak negara penyediaan kereta cepat itu dari pemerintah, tergantung good will pemerintah,” kata Dwiyana kepada ANTARA di Beijing pada Selasa (8/7).

Dwiyana menyampaikan hal tersebut pada sela-sela Kongres Global ke-12 Kereta Cepat berlangsung pada 8-11 Juli 2025 di Beijing. Indonesia menghadiri acara tersebut atas undangan penyelenggara karena memiliki kereta cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang beroperasi sejak Oktober 2023.

“Minimal lahan dan sebagian infrastruktur itu pasti dari pemerintah. Berat kalau semuanya KCIC yang tanggung sehingga beban. Kalau harus ditanggung KCIC, untuk pengembalian investasinya menjadi lama. Ini salah satu pelajaran dari proyek Whoosh kemarin,” tambah Dwiyana.

Namun, menurut Dwiyana, sewajarnya bagi KCIC untuk terus berkembang, bukan hanya melayani rute Jakarta-Bandung.

“Kalau secara skala ekonomi memang suatu keharusan untuk ditambah, misalnya, ke Yogyakarta atau ke Surabaya. Tapi semuanya harus tergantung kepada pemerintah,” ungkap Dwiyana.

Dwiyana menyebut bahwa pemerintah sebenarnya sudah memiliki “master plan” kereta cepat Jakarta-Surabaya dalam Sistem Transportasi Nasiona. ***

BACA JUGA  Purbaya Tak Mau APBN Tanggung Utang Kereta Cepat

Pos terkait