Ketum PBNU Copot Gus Ipul dan Gudfan dari Jabatan Sekjen dan Bendahara Umum

“Karena tugas-tugas itu merupakan amanat utama yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada Muktamar, melainkan juga kepada konstituen organisasi. Tapi, bagi kami ini juga merupakan tanggung jawab keagamaan, tanggung jawab ilahiyah yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan jutaan orang,” paparnya dikutip Antara.

Gus Yahya juga menambahkan  transformasi dalam NU tersebut juga untuk memperbaiki dan meningkatkan level khidmah agar mampu mengatasi tantangan-tantangan ke depan.

“Visinya didasarkan pada wawasan tentang peradaban tahun ke depan. Kita tahu bahwa perubahan-perubahan begitu banyak dan akseleratif, serta menyangkut aspek-aspek fundamental dalam kehidupan masyarakat,” ujar Gus Yahya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Prabowo Bertolak ke Malang Hadiri Acara Satu Abad NU

Sebelumnya, pada 26 November 2025, Syuriyah PBNU memberhentkan Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU karena dinilai melakukan pelanggaran termasuk hubungannya dengan jaringan Zionisme internasional. ***

Pos terkait