Krisseptiana Gaungkan “Sampahku Tanggung Jawabku” di Kota Semarang

Anggota Komisi E DPRD Jateng Krisseptiana menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu di Kota Semarang
Anggota Komisi E DPRD Jateng Krisseptiana menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu di Kota Semarang

MATASEMARANG.COM – Anggota Komisi E DPRD Jateng Krisseptiana mengampanyekan pentingnya pengelolaan sampah di Kota Semarang yang dimulai dari skala rumah tangga.

Melalui serangkaian kegiatan lintas kecamatan, Tia Hendi menunjukkan komitmennya dalam mendukung program “Semarang Bersih” yang diinisiasi oleh Pemkot Semarang.

Gerakan ini menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu, pemilahan sampah rumah tangga, serta penguatan budaya gotong royong demi mewujudkan kota yang bersih dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  DLH Kota Semarang Dorong Pengelolaan Sampah B3 Rumah Tangga, Kecamatan Mijen Jadi Percontohan

Kegiatan pertama digelar pada Senin, 13 Oktober 2025 di Balai Kelurahan Pandansari, Semarang Tengah.

Di hadapan 100 peserta Dasawisma, Tia Hendi menyoroti pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga sebagai langkah konkret mengurangi beban TPA.

Didampingi oleh Ketua PKK Kecamatan Semarang Tengah Elyana Magno Da Silva, Tia Hendi mengapresiasi wilayah tersebut sebagai kecamatan percontohan dalam pengelolaan sampah.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Krisseptiana menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu di Kota Semarang
Anggota Komisi E DPRD Jateng Krisseptiana menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu di Kota Semarang

“Semarang Tengah menunjukkan komitmen luar biasa. Ini bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lain,” ujarnya.

BACA JUGA  TPS Muktiharjo Kidul Sudah Melebihi Kapasitas, Warga Keluhkan Bau Sampah Menyengat

Dua hari kemudian, pada Rabu, 15 Oktober 2025, Tia Hendi hadir sebagai Pembina KORMI Kota Semarang dalam kegiatan sosialisasi di ruang rapat Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Bongsari, Semarang Barat.

Dia menekankan tiga pilar utama pengelolaan sampah: pengelolaan dari hulu, penguatan infrastruktur 3R (reduce, reuse, recycle), dan penguatan gotong royong.

Ia mengajak komunitas olahraga dan kepemudaan untuk menjadi agen perubahan dalam gaya hidup minim sampah.

Kampanye kemudian berlanjut pada Kamis, 16 Oktober 2025 di Balai Kelurahan Meteseh, Tembalang.

Pos terkait