Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto Dorong Pemprov Jateng Kreatif Gali PAD

Ketua DPRD Jateng Sumanto saat membuka Rakor Pendapatan Tahun 2027 di Surakarta, 7 April 2026 (foto: DPRD Jateng)
Ketua DPRD Jateng Sumanto saat membuka Rakor Pendapatan Tahun 2027 di Surakarta, 7 April 2026 (foto: DPRD Jateng)

MATASEMARANG.COM – Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto mendorong Pemerintah Provinsi lebih mandiri dan kreatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dorongan itu muncul menyusul penurunan dana transfer pusat ke Jateng sebesar Rp1,522 triliun pada tahun 2026, sebagai implementasi Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran.

“Aturan ini telah memicu penurunan dana transfer pusat ke Jawa Tengah sebesar Rp1,522 triliun pada tahun 2026. Kondisi ini memaksa kita untuk lebih mandiri dan kreatif dalam menggali potensi pendapatan asli daerah,” ujar Sumanto saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan Tahun 2027 di Surakarta, 7 April 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  DPRD Acungi Jempol Polrestabes Semarang Usai Tangkap Penjambret di Halmahera

Ia juga menyoroti dinamika sektor otomotif, terutama tren penurunan penjualan kendaraan bermotor serta pergeseran ke kendaraan listrik yang memiliki basis pajak lebih rendah.

“Kondisi ini secara langsung menekan penerimaan PKB dan BBNKB. Pada tahun 2025 saja, pajak daerah Jateng terkontraksi sekitar 19,5 persen,” jelas politikus PDI Perjuangan tersebut.

Sumanto meminta evaluasi target pendapatan tahun 2027 dilakukan secara realistis namun tetap optimistis.

Ia menekankan perlunya strategi konkret dalam mengurai tunggakan pajak kendaraan bermotor (PKB).

BACA JUGA  Diskusi Komisi B dan DLH: Pemda Kekurangan Dana Tangani Lahan Kritis

“Bagaimana mengurai tunggakan PKB yang nominalnya masih sangat besar agar tidak menjadi piutang macet yang persisten,” katanya.

Meski begitu, ia mengapresiasi capaian retribusi daerah yang mencapai 123,05 persen pada tahun 2025.

“Kontribusi dividen harus tetap dijaga keseimbangannya antara setoran PAD dan kebutuhan penyertaan modal untuk penguatan usaha,” ungkapnya.

Pos terkait