Aktivis disabilitas Fitri Maryunani menambahkan, pentingnya memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk terlibat langsung dalam perumusan kebijakan.
“Kebijakan yang ramah disabilitas hanya bisa terwujud jika suara kami didengar,” katanya.
Sementara itu, Dr. Endang Sarwiningsih menegaskan bahwa Kota Semarang telah menunjukkan fokusnya dalam membangun kota ramah disabilitas, namun tetap membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat dan DPRD untuk memperbaiki serta meningkatkan fasilitas yang ada.
Krisseptiana berharap hasil FGD ini dapat menjadi masukan strategis bagi DPRD Jateng dalam memperkuat fungsi pengawasan terhadap implementasi Perda Disabilitas.
“Dengan gotong royong, kita bisa wujudkan Jawa Tengah yang inklusif dan berkeadilan bagi semua,” pungkasnya.





















