MATASEMARANG.COM – Komisi C DPRD Provinsi Jateng meninjau Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Jateng di Jakarta.
Kunjungan itu untuk mengkaji potensi penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari aset-aset yang dimiliki.
Kunjungan yang dipimpin Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Anton Lami Suhadi itu diterima Kepala Subbidang Pelayanan, Hubungan Antar Lembaga dan Masyarakat Banhub Provinsi Jateng Risturino bersama jajarannya.
Di sana, Komisi C berfokus pada evaluasi pemasukan wisma dari Januari hingga Oktober 2025.
Dalam hal ini, Komisi C ingin memastikan optimalisasi pemanfaatan aset. Yakni, 3 wisma dan satu anjungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai sumber pendapatan.
“Keberadaan wisma-wisma yang meliputi Wisma Darmawangsa, Prapanca, Samarinda, dan Anjungan Jateng di TMII memiliki target pendapatan yang harus dicapai guna menunjang PAD,” kata Anton belum lama ini.
Menanggapi hal itu, Risturino mengaku secara keseluruhan realisasi pendapatan dari wisma belum begitu menggembirakan.
Meskipun tarif kamar tergolong murah yakni sekitar Rp 259.000 hingga Rp 275.000 per orang per malam dengan fasilitas makan tiga kali, tingkat hunian atau okupansi kamar masih rendah.
Dikatakan, keramaian wisma hanya terjadi pada akhir pekan (Sabtu dan Minggu), terutama ketika ada acara-acara daerah yang dipentaskan di Jakarta. Selebihnya, tingkat hunian tergolong sepi.
Tarif sewa yang dinilai sangat murah untuk ukuran Ibu Kota Jakarta menjadi salah satu isu utama yang diakui dalam pertemuan tersebut sehingga perlu adanya peninjauan kembali atas besaran nilai sewa kamar.





















