“Yang kami persiapkan sebelum melawan Raymond/Joaquin, pokoknya jangan lengah dan jangan mau mengadu dengan kecepatan mereka, karena mereka lebih muda jadi tidak bisa dipungkiri mereka pasti lebih cepat,” kata pebulu tangkis 24 tahun itu.
Sementara itu, Bagas mengaku sangat senang akhirnya kembali menjadi juara setelah sekian lama. Ia berharap, medali juara di awal tahun ini dapat memicu kebangkitannya bersama Leo di turnamen-turnamen berikutnya.
“Motivasi untuk pertandingan ini banyak dari orang tua, diri sendiri dan partner, karena kami sudah lama vakum podium dan kami mau bangkit lagi, ternyata ini rasanya kebangkitan, tetapi jangan cepat puas karena masih ada pertandingan-pertandingan lainnya,” kata Bagas.
Adapun, mengalahkan Raymond/Joaquin adalah kali kedua Leo/Bagas mengalahkan sesama wakil Indonesia di Thailand Masters. Sebelumnya, ganda putra peringkat 16 dunia itu menyudahi perlawanan Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat pada laga semifinal dengan skor 21-8 dan 21-18.
Kemenangan Indonesia di sektor ganda putra adalah kemenangan kedua Merah Putih di Thailand Masters setelah sebelumnya Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti juara di ganda putri.
Indonesia dipastikan menambah satu gelar juara di turnamen super 300 ini dari ganda campuran setelah adanya “All Indonesian Final” yang melibatkan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Tim Merah Putih juga dapat mengangkat piala lagi dari tunggal putra apabila Mohammad Zaki Ubaidillah mengatasi perlawanan wakil tuan rumah Panitchaphon Teeraratsakul. [Ant]

















