Sarjana Cakap Menulis Lebih Dihargai Dunia Kerja

Setiawan Hendra Kelana
Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana. Foto: PWI Jateng

”Ini merupakan bukti bahwa lulusan (perguruan tinggi) yang punya kompetensi teknis menulis akan punya nilai tambah dan sangat dihargai saat terjun di dunia kerja. Dia bisa menelaah permohonan sengketa informasi dengan narasi dan bahasa hukum yang mudah dipahami,” kata Iwan, panggilan akrabnya.

Dia menambahkan, saat ini dunia jurnalistik tidak menjadi monopoli wartawan. Artinya, siapa pun bisa menuangkan segala ide atau gagasan melalui karya tulis yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan.

Dan PWI Jateng dan FH Unissula, tandas Iwan,  terus berkomitmen memberikan pendidikan jurnalistik berkualitas tinggi kepada peserta.  Peserta akan mendapatkan  materi lengkap tentang Etika Jurnalistik, Teknik Menulis Artikel Ilmiah Populer, Menulis Pendapat Hukum, dan Konvergensi Media.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  PWI Jateng Desak Pemerintah Terbitkan Aturan Turunan "Publisher Rights"

Selain itu, setiap tren digitalisasi seperti artificial intelligence (kecerdasan buatan), isu-isu terkini di dalam dinamika jurnalistik juga disampaikan dalam sekolah ini.

”Kami berharap, para mahasiswa bisa memanfaatkan kegiatan ini. Bukan sekadar mendapatkan sertifikat pendamping kelulusan, melainkan betul-betul menggunakan ilmu ini dalam tugas-tugas selanjutnya. Karena tidak semua lulusan punya bekal di bidang kepenulisan seperti halnya yang diperoleh lulusan Fakultas Hukum Unissula,” bebernya.

Memberikan Soft Skill

Sementara itu, Prof Jawade Hafidz saat membuka acara mengatakan, kerja sama FH Unissula bersama PWI Jateng lewat Sekolah Jurnalistik yang memasuki angkatan ke-25 merupakan agenda yang patut dilanjutkan dengan menambahkan kualitas dan kapasitas penyelenggaraannya.

Pos terkait