MATASEMARANG.COM – Berdasarkan data evaluasi Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2025, kasus penyakit saluran pernapasan tercatat cukup tinggi. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bahkan menduduki peringkat pertama penyakit yang paling banyak diderita warga, yakni 156.708 kasus sepanjang tahun 2025. Selanjutnya hipertensi dan pilek.
Berdasarkan data ini, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono mengingatkan kepada masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kesehatan diri terutama saat puncak musim hujan.
“Musim hujan seperti sekarang sangat rentan memicu lonjakan kasus ISPA, pilek, dan demam. Oleh karena itu, saya mengimbau warga Semarang tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah,” kata Suharsono, Kamis, 22 Januari 2026.
Suharsono juga memberi catatan serius terkait angka kematian bayi (AKB) yang tercatat 76 kasus, serta angka kematian ibu (AKI) sebanyak 10 kasus pada tahun 2025. Ia mendorong Pemerintah Kota terus menekan penyakit ini melalui peningkatan kualitas layanan ibu dan anak.
Sebagai langkah preventif, Suharsono mendorong masyarakat memanfaatkan layanan skrining kesehatan di posyandu serta memaksimalkan program inovasi layanan kesehatan seperti Lawang Sewu (Layanan Warga Semarang Sehat Setiap Waktu) dan PITERPAN. Warga juga dapat mengakses informasi kesehatan dan antrean secara cepat melalui aplikasi SAVIRA.
Dia juga menekankan kembali pentingnya pemanfaatan Universal Health Coverage (UHC). Program ini menjamin warga Kota Semarang untuk bisa berobat secara gratis hanya dengan menunjukkan KTP/KK.


















