Sementara itu, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D. dalam paparannya yang berjudul “Penguatan Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi Unggul Berdaya Saing Global” menegaskan pentingnya akreditasi sebagai tolok ukur kualitas perguruan tinggi.
“Akreditasi menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memenuhi standar mutu yang ditetapkan dan mampu bersaing secara global. Perguruan tinggi yang unggul akan diakui atas keunggulannya, menarik minat calon mahasiswa, serta berpeluang lebih besar memperoleh dukungan pendanaan,” jelas Prof. Ari.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam penerapan penjaminan mutu, di antaranya keterbatasan pendanaan, kurangnya budaya mutu dan akuntabilitas, serta disparitas antarwilayah yang berpengaruh pada pencapaian standardisasi mutu.
Untuk itu, Prof. Ari menekankan bahwa perguruan tinggi yang ingin unggul dan berdaya saing global harus menerapkan prinsip tata kelola yang baik (good university governance) seperti transparansi, partisipasi, akuntabilitas, manajemen sumber daya yang efisien, dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Visi yang inspiratif dan berorientasi ke masa depan sangat penting. Misi yang jelas dan terukur akan menjadi panduan dalam mencapai visi tersebut, sementara tujuan strategis yang spesifik akan memperkuat daya saing perguruan tinggi di tingkat global,” pungkasnya.
Melalui workshop ini, Unsoed meneguhkan komitmennya untuk tidak hanya mempertahankan standar mutu nasional, tetapi juga melangkah menuju pengakuan internasional sebagai perguruan tinggi yang unggul, responsif, dan berdaya saing global.


















