Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

MATASEMARANG.COM – Teka teki siapa pengganti Ali Khamenei yang gugur dalam pengeboman oleh Amerika Serikat dan Israel terjawa sudah.

Mojtaba Khamenei resmi ditetapkan untuk menggantikan ayahnya, almarhum Ayatollah Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran, demikian dilaporkan media pemerintah Iran, Senin (9/3).

Khamenei yang berusia 56 tahun menjadi Pemimpin Tertinggi ke-tiga Iran sejak Revolusi Islam 1979. Ia diperkirakan akan mengikuti jejak ayahnya yang mempertahankan sikap garis keras terhadap Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Tujuh Negara Eropa dan Kanada Siap Tangkap Netanyahu atas Tuduhan Genosida

Istri dan ayahnya dilaporkan gugur dalam serangan udara ketika Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Korps Garda Revolusi Islam pada Senin menyatakan dukungannya terhadap pemimpin baru tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran adalah pucuk tertinggi kekuasaan yudikatif, legislatif, dan administratif di Iran. Ia juga adalah yang membuat keputusan terkait hal-hal penting di Iran, termasuk dalam hal program nuklir.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa siapapun Pemimpin Tertinggi baru di Iran yang tidak mendapatkan “persetujuan” AS tidak akan bertahan lama.

BACA JUGA  Trump-Mamdani, Dulu Saling Serang Kata, Sekarang Sekata

Menurut laporan media pemerintah setempat, Khamenei ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi berdasarkan mufakat Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang ahli agama dan ulama Iran.

Profil Mojtaba Khamenei

Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di kota Mashhad di timur laut Iran, salah satu pusat keagamaan utama di negara tersebut.

Ia merupakan putra kedua dari almarhum Ayatollah Ali Khamenei, yang memimpin Iran sebagai pemimpin tertinggi sejak 1989 hingga tewas lebih dari sepekan lalu dalam serangan udara AS dan Israel, serta cucu dari ulama Sayyed Javad Khamenei.

Pos terkait