Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Tumbuh dalam lingkungan yang sarat dinamika politik, Mojtaba menyaksikan kebangkitan ayahnya sebagai tokoh penting dalam Revolusi Islam dan kemudian sebagai presiden Iran sebelum menjabat sebagai pemimpin tertinggi.

Ia menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri Gholam-Ali Haddad-Adel, seorang politikus konservatif terkemuka dan mantan ketua parlemen yang saat ini memimpin salah satu lembaga kebudayaan utama di Iran.

Zahra termasuk di antara korban yang tewas dalam serangan AS dan Israel yang menargetkan kompleks kediaman keluarga Khamenei di ibu kota Teheran.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pentagon dan Gedung Putih Matangkan Skenario Serang Iran

Mojtaba selamat dari serangan tersebut, namun ia juga kehilangan ibunya, saudara perempuannya, iparnya, serta keponakan-keponakannya.

Suksesi dengan ancaman AS dan Israel

Mojtaba Khamenei mengambil alih kepemimpinan Iran dalam salah satu momen paling bergejolak dalam sejarah modern salah satu negara Teluk itu.

Proses transisi ini juga berlangsung di tengah ancaman langsung dari Israel, yang para pemimpinnya bersumpah akan membunuh siapa pun pemimpin Iran yang dipilih untuk menggantikan Khamenei.

“Setiap pemimpin yang dipilih oleh rezim Iran untuk melanjutkan rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Serikat, dunia bebas dan negara-negara di kawasan, serta menindas rakyat Iran, akan menjadi target pasti untuk dibunuh, apa pun namanya dan di mana pun ia bersembunyi,” kata Kepala Pertahanan Israel, Israel Katz melalui platform media sosial X.

BACA JUGA  1.000 Turis Terjebak di Lereng Everest Akibat Hujan Salju Lebat

Ancaman itu menegaskan besarnya tekanan yang menyelimuti proses suksesi kepemimpinan di Iran, sekaligus menempatkan Mojtaba dalam pusat konfrontasi geopolitik yang melampaui batas-batas negara tersebut. [Ant/Kyodo-OANA dan Anadolu]

Pos terkait