Ia menegaskan bahwa setiap capaian yang ada saat ini merupakan fondasi yang diletakkan oleh para pemimpin terdahulu, sehingga penyempurnaan di berbagai sektor harus terus dilakukan demi kesejahteraan masyarakat.
“Yang kurang kita tambahin, yang belum sempurna kita sempurnakan, yang sudah baik kita buat menjadi lebih baik, yang sudah hebat kita buat menjadi semakin hebat,” ujar Agustina.
Selain mengunjungi tokoh yang masih aktif memberikan sumbangsih pemikiran, rombongan juga berziarah ke makam almarhum Soetrisno Suharto.
Momen haru menyelimuti pertemuan dengan istri mendiang Soetrisno Suharto, yang menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian Pemerintah Kota Semarang, termasuk renovasi atau pemugaran makam almarhum suaminya.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada bu wali dan saya terharu. Karena sudah membangun makam almarhum suami kami. Kami waktu itu mohon izin makamnya bapak akan dipugar, saya nangis waktu itu, terima kasih,” kata Siti Khomsiti, istri mendiang Soetrisno Suharto.
Menanggapi harapan para senior agar jajaran Pemerintah Kota tetap solid dan kompak dalam menghadapi tantangan yang makin berat, wali kota juga menyoroti kebijakan efisiensi energi di lingkungan ASN.
Ia mendorong penggunaan transportasi umum dan metode kerja fleksibel (WFA) sebagai langkah nyata mengurangi konsumsi BBM di kota Semarang.
“Intinya sebenarnya bukan WFA-nya, intinya adalah efisiensi untuk bahan bakar. Mungkin mengurangi jumlah bahan bakar yang selama ini dianggarkan di Pemerintah Kota Semarang. Yang penting intinya adalah mengurangi BBM,” pungkasnya.





















