“Reservoir Siranda ini memang fungsinya hanya cadangan jika ada kejadian luar biasa. Selama ini semua air bersih untuk wilayah Semarang bagian tengah ini berasal dari TGL yang levelnya lebih tinggi dari Siranda,” tuturnya.
Hanya 2 Meter
Yudi menjelaskan, saat penemuan mayat tersebut, elevasi air dalam kolam penampungan hanya setinggi 2 meter karena memang tidak lagi digunakan. Namun jika reservoir aktif digunakan maka kedalaman kolam minimal 5 meter.
“Reservoir kalau berfungsi itu minimal kedalaman air 5 meter, dan saat ditemukan mayat itu ketinggian hanya 1,5 – 2 meter,” sebutnya.
Ia mengatakan reservoir memang tidak bisa dikosongkan airnya karena bisa merusak kondisi kolam penampungan. Jadi, kolam penampungan hanya diisi air maksimal kedalaman 2 meter,
“Tidak boleh dikosongkan karena kolam nanti bisa retak dan bocor kalau tidak terisi air. Tapi kedalaman memang hanya maksimal 2 meter kalau sudah tidak dipakai lagi,” tuturnya.
Ia menegaskan jika pasokan air bersih untuk Semarang bagian tengah dan barat berasal dari TGM, wilayah timur berasal dari Kudu, dan wilayah Gunungpati berasal dari mata air dan sumur artetis. Sementara air mineral Moedal berasal dari mata air di Gunungpati.





















