Pekerja Migran Indonesia Jadi Pejuang Devisa, Punya Kontribusi menuju Indonesia Emas

Fokus utama adalah mencegah eksploitasi melalui penempatan berkualitas. Pekerjaan migran diharapkan aman, mengingat, maraknya pekerja migran yang yang berangkat non-prosedural. 

“Oleh karena itu, silakan edukasi, himbauan juga keluarga-keluarga agar bekerja pemikiran yang aman,” ujarnya, sambil mencontohkan kasus penipuan di Kamboja akibat agency ilegal.

“Nah, itu semuanya berangkat tidak prosedural. Mereka berangkat non-prosedural, saudara, itu yang kita harus antisipasi. Harus jelas jobnya, jelas agensinya,” imbuh Mukhtarudin.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Hakim MK Tegaskan Pentingnya Pendidikan Gratis di Sekolah Swasta

Menteri mendesak edukasi masif kepada masyarakat agar memilih penyalur terdaftar di SISKO P2MI.

*Saya mau kita semua melakukan edukasi kepada masyarakat hari ini agar menjadi pekerja migran yang aman, sehingga bisa bekerja di negeri orang dengan tenang. Bekerja dengan job yang jelas, penyalurnya harus jelas, terdaftar di SISKO P2MI, bukan perusahaan yang ilegal.” ungkap Mukhtarudin.

Grand Design Ekosistem Pekerja Migran Dari Hulu ke Hilir

Kementerian P2MI sedang menyusun Grand Design Ekosistem Pekerja Migran Indonesia dari hulu hingga hilir, meski saat ini masih parsial. Fokus hari ini pada hilir, mulai dari penempatan hingga pekerja migran purna.

BACA JUGA  Harga Emas Kian "Liar", Tembus Rp3,275 Juta/Gram

“Harapannya pekerja migran terintegrasi dari hulu ke hilir. Ini calon pekerja migran berangkat aman, dan pulang juga bisa sejahtera,” pungkas Menteri Mukhtarudin.

Acara ditutup dengan penyerahan buku saku kepada perwakilan calon Pekerja Migran yang diharapkan menjadi langkah awal mewujudkan Pekerja Migran cerdas finansial dan terlindungi.

Pos terkait