Penetapan Garis Sempadan Sungai Kanal Banjir Barat dan Sungai Garang Mulai Dimatangkan

Rapat Koordinsi Pemkot Semarang dengan BBWS Pemali Juana. (matasemarang.com/Lia Dina)
Rapat Koordinsi Pemkot Semarang dengan BBWS Pemali Juana. (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menggelar Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Final untuk membahas Kajian dan Penetapan Garis Sempadan Sungai Kanal Banjir Barat (KBB) dan Sungai Garang.

Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memastikan penataan sungai dilakukan secara teknis tepat, ramah lingkungan, dan berkeadilan sosial.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan sungai adalah anugerah sekaligus komponen penting ekosistem perkotaan yang harus dilindungi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  BMKG: Cuaca Semarang Hari Ini Hujan Ringan Disertai Petir

“Sungai adalah sumber kehidupan. Jika tidak dikelola, ia berubah menjadi sumber bencana. Karena itu kita harus menjaga kebersihan dan kelestariannya,” kata Agustina, Jumat 12 Desember 2025.

Pemkot Semarang juga menyoroti masalah sedimentasi, sampah, dan penyempitan ruang sungai yang kerap memicu banjir.

Agustina meminta camat, lurah, hingga komunitas peduli sungai lebih aktif menjaga kebersihan aliran sungai, termasuk memastikan pompa pengendali banjir tidak terganggu sampah.

Pemkot Semarang tengah menyiapkan langkah inovatif untuk memetakan titik kemacetan drainase melalui simulasi arus menggunakan bola ber-chip GPS. Hasil pemetaan akan digunakan untuk menentukan lokasi perbaikan dan penertiban bangunan yang menghambat aliran air.

BACA JUGA  Warga Mangunharjo Gelar Lomba Layang-layang Meriahkan HUT Kemerdekaan RI

Penetapan garis sepadan sungai ini akan menjadi dasar penting penyusunan RDTR, normalisasi sungai, penguatan tebing, dan pembinaan bagi warga yang tinggal di sepanjang alur sungai.

“Keputusan ini memberi kepastian bagi pemerintah dan masyarakat, mana area yang boleh dimanfaatkan dan mana yang wajib dikembalikan menjadi ruang sungai,” tuturnya.

Pos terkait