Peringatan Hari Ibu, Pemkot Semarang Beri Apresiasi Anugerah Wanita Puspakarya

Malam Anugerah Wanita Puspakarya. (matasemarang.com/Lia DIna)
Malam Anugerah Wanita Puspakarya. (matasemarang.com/Lia DIna)

“Kami berkomitmen menciptakan ruang aman dan setara. Ketika perempuan diberi kepercayaan, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, pada momentum Hari Ibu ini, Agustina memberikan pesan khusus bagi seluruh perempuan di Semarang. Ia mengingatkan bahwa setiap peran, baik sebagai ibu, pendidik, pengusaha, maupun relawan memiliki nilai yang sama besarnya.

“Percayalah pada diri sendiri. Jangan takut memulai dari hal kecil, karena perempuan tidak harus sempurna untuk menjadi bermakna,” pungkasnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Dugderan 2026 Digadang-Gadang Bakal Lebih Meriah

Tokoh Penerima Anugerah Wanita Puspakarya 2025

Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang memberikan penghargaan kepada 10 sosok inspiratif dan satu penghargaan Lifetime Achievement kepada tokoh-tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk sesama. Ke sepuluh penerima penghargaan tersebut adalah:

  1. Maria Reviani: Generasi keempat Sido Muncul sekaligus pemilik berbagai lini bisnis (Hotel Tentrem, Berlico Farma), yang menunjukkan kepemimpinan perempuan di sektor korporasi besar.
  2. Anne Avantie: Desainer legendaris dan motivator yang kini aktif di bidang F&B serta kegiatan sosial melalui Yayasan Wisma Kasih Bunda.
  3. Prof. Dr. Nana Kariada Tri Martuti, M.Si.: Guru besar UNNES yang berperan vital dalam konservasi lingkungan pesisir Semarang.
  4. Murahmi: Penari tradisional tertua di Semarang sekaligus pemilik Sanggar Andhika Budaya yang terus melestarikan seni tari.
  5. Madina Salma: Fashion Designer disabilitas (tuna rungu) yang inovatif dalam mengolah batik dan kain perca.
  6. Maria Magdalena: Sosok kemanusiaan pendiri Rumah Aira yang tulus merawat anak-anak dengan HIV/AIDS.
  7. drg. Grace W. Susanto: Pendiri Klub Merby yang dikenal sebagai pegiat seni dan pelestari budaya Jawa.
  8. Noviana Dibyantari: Inisiator Komunitas Sahabat Difabel (KSD) dan Rumah Difabel yang memperjuangkan hak-hak difabel.
  9. Syanaz Nadya Winanto Putri Caecilia Isti: Pemilik merek tas artisan Rorokenes Indonesia yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan keberlanjutan.
  10. Sumiwi: Penggiat lingkungan yang mendedikasikan dirinya pada penanaman dan pelestarian hutan mangrove.
BACA JUGA  Pemkot Bakal Bentuk Desk Pengawasan Dana Operasional RT di Tiap Kecamatan

Sedangkan Lifetime Achievement diberikan kepada Raden Ayu Endang Sarwosih, seorang Veteran Laskar Putri Angkatan Pertama, yang menerima penghargaan atas dedikasi luar biasa sepanjang hayat bagi bangsa dan negara.

Pos terkait