Petani Demak Kembangkan Padi Apung, Solusi Lahan Tergenang

Tanaman padi apung berusia 20 hari tumbuh sehat di lahan tergenang (foto: Pemkab Demak)
Tanaman padi apung berusia 20 hari tumbuh sehat di lahan tergenang (foto: Pemkab Demak)

MATASEMARANG.COM – Inovasi budidaya padi apung mulai menunjukkan hasil positif di Desa Tambakroto, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Pada Senin 26 Januari 2026 lalu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Sayung, melakukan monitoring langsung di demplot Kelompok Tani Mekar Sari.

Tanaman padi apung yang baru berusia sekitar 20 Hari Setelah Tanam (HST) tampak tumbuh sehat. Pemupukan dengan metode semprot sudah dilakukan, dan secara umum kondisi tanaman menunjukkan perkembangan yang baik.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pengelolaan Minyak Jelantah PKK Batang Jadi Sorotan di ICS Award 2025

Namun di balik keberhasilan awal, sejumlah kendala teknis masih dijumpai. Sambungan antar sterofoam yang menjadi alas tanam terlepas akibat hantaman angin kencang.

Media tanam berupa gelas juga dinilai kurang mampu menampung perkembangan akar dengan jumlah anakan yang banyak.

Karena itu, diperlukan media tanam berukuran lebih lebar agar pertumbuhan padi lebih optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Agus Herawan memberikan apresiasi atas semangat petani yang berani mencoba inovasi budidaya di lahan tergenang.

Ia juga memberi masukan teknis agar kegiatan monitoring dan pemupukan bisa dilakukan dengan memanfaatkan sampan kecil.

BACA JUGA  UNDIP dan BUMN Manfaatkan Limbah untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Demak

“Hal ini efektif untuk menjaga kelancaran kegiatan budidaya apabila terjadi genangan tinggi, seperti kondisi saat ini yang mencapai seleher orang dewasa,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Mekar Sari Muhsin menyambut baik pendampingan dari pemerintah. Menurutnya, dukungan teknis dan monitoring rutin menjadi motivasi bagi petani untuk terus mengembangkan metode padi apung.

Pos terkait