Lebih lanjut, Joko meminta kepada BPKAD untuk mengingatkan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengelola aset milik daerah untuk benar-benar mengelola dengan baik.
Pihaknya juga menyoroti proses kerja sama terkait pembangunan lapangan Golf di Manyaran yang akan dilalukan oleh pihak ketiga.
“Manyaran itu potensi lahan golf. Kami berharap prosesnya setelah Sembiz tahun lau segera dilakukan dan semoga tahun ini bisa ada kontrak dan segera proses pembangunan sehingga bisa meningkatkan PAD di Kota Semarang dan mengurangi lahan yang nganggur,” jelasnya.
Pasalnya, lanjut Joko, jika lapangan golf di Manyaran benar-benar terbangun maka akan bisa menambah PAD Kota Semarang.
“Bagi pecinta golf, Manyaran terbaik di Kota Semarang dari sisi kontur, lokasi sehingga jika bisa maka golf nantinya tidak hanya olahraga saja tapi bisa jadi tujuan wisata. Kan biasanya yang main golf itu pengusaha dan datang ke sini juga berwisata dan harapannya pergerakan ekonomi meningkat,” pungkasnya.


















