Polda Jateng: Surat Fisik Jadi Satu-Satunya Pemberitahuan Resmi Tagihan ETLE

Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Pratama Adhyasastra menegaskan pemberitahuan ETLE hanya lewat surat fisik (foto: Polda Jateng)
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Pratama Adhyasastra menegaskan pemberitahuan ETLE hanya lewat surat fisik (foto: Polda Jateng)

MATASEMARANG.COM – Pesan singkat berisi tagihan denda tilang elektronik (ETLE) yang belakangan marak beredar melalui SMS maupun WhatsApp membuat masyarakat resah.

Modus penipuan dengan tautan tidak resmi itu bahkan disertai ancaman pemblokiran STNK.

Menanggapi keresahan tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah menegaskan bahwa sistem ETLE tidak pernah mengirimkan pemberitahuan awal melalui pesan singkat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Polda Jateng Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos dan Tangkal Radikalisme di Ruang Siber

“Pemberitahuan pelanggaran ETLE hanya dikirimkan lewat surat fisik sesuai alamat kendaraan,” tegas Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Pratama Adhyasastra, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin melakukan konfirmasi pelanggaran dapat mengakses situs resmi https://konfirmasi-etle.polri.go.id atau mendatangi langsung posko ETLE di Kantor Ditlantas Polda Jateng maupun Satlantas Polres jajaran.

Kejadian yang dialami Wahyu (37), warga Pedurungan, Kota Semarang, menjadi contoh nyata.

Ia menerima surat resmi dari kepolisian yang menjelaskan pelanggaran lalu lintas terekam kamera ETLE di perempatan Milo pada 26 Januari 2026.

BACA JUGA  Ketua Pemuda Pancasila Blora Ditangkap, Diduga Tipu Korban hingga Ratusan Juta Rupiah

Surat fisik itu dikirim ke rumahnya pada 2 Februari 2026, lengkap dengan foto bukti pelanggaran.

“Saya sempat terima SMS, tapi saya tidak percaya begitu saja. Saya lebih memilih percaya surat resmi dari kepolisian, karena isinya detail dan transparan,” ungkap Wahyu saat ditemui di Ruang Pelayanan Konfirmasi ETLE Ditlantas Polda Jateng.

Polda Jateng mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada pesan singkat dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan kepolisian.

Pos terkait