“Saya enggak sempat salaman, beliau di atas mobil berdiri. Ada teman yang dapat lebih dulu, saya sama teman-teman sempat berebut pas Paspampres bagi-bagi amplop. Namanya uang, ya saling dorong-dorongan sedikit,” katanya.
Bagi Ajat, momen itu meninggalkan kesan mendalam. “Jarang banget lihat langsung Presiden bagi-bagi kayak gitu. Saya sampai merinding ngeliat Prabowo,” ucapnya.
Sehari-hari, Ajat mengaku bekerja dari pagi hingga malam dengan penghasilan sekitar Rp150 ribu per hari pada akhir pekan.
“Alhamdulillah banget, uang itu bantu banget buat tambahan penghasilan,” katanya.
Seorang pedagang kaki lima, Jamaluddin, mengaku kebagian kaos bergambar wajah Presiden Prabowo Subianto sebab amplop berisi uang tunai gagal ia raih karena situasi yang berdesakan.
“Saya sudah berdiri paling depan, tapi tiba-tiba datang petugas bagi-bagi amplop, pas mau ambil, tangan saya ada yang tarik. Tapi, untungnya, dapat kaosnya,” katanya.
Momen interaksi singkat tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Presiden Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru yang baru saja direvitalisasi sebagai bagian dari peningkatan layanan transportasi publik di Jakarta. (Ant)


















