Terkait surat BGN tersebut, Kepala SMA Negeri 2 Kudus Nur Afifuddin mengakui belum ada tembusan ke SMA Negeri tersebut.
Namun, sejak adanya kasus dugaan keracunan yang dialami 131 siswa pada Kamis (29/1). Sekolah tersebut tidak lagi menerima distribusi menu MBG dari SPPG Kudus Kota Kudus Purwosari 1 hingga hari ini (2/2).
Kronologis kejadian dugaan keracunan, berawal ketika siswa maupun guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 2 Kudus menerima paket menu MBG berupa soto ayam suwir dari SPPG Kudus Kota Kudus Purwosari 1 pada Rabu (28/1).
Pada Kamis (29/1), sejumlah guru mengeluhkan kesehatan, termasuk para siswa juga mengalami perut mual, muntah, dan kepala pusing. Karena jumlahnya semakin banyak, akhirnya Pemkab Kudus bersama TNI dan Polri bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh armada ambulans menuju SMA Negeri 2 Kudus guna mengevakuasi dan membawa para siswa ke rumah sakit terdekat.
Sehingga, mereka juga harus dirujuk ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan segera. Di antaranya Rumah sakit rujukan bagi para siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing kepala setelah menyantap menu MBG tersebut meliputi RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam Sunan Kudus, RS Aisyiyah, dan RS Sarkies Aisyiyah.
Dari total lebih dari seratus siswa yang dirujuk pada Kamis (29/1), tercatat 47 siswa harus menjalani rawat inap. Namun, seiring penanganan medis yang dilakukan secara intensif, kondisi kesehatan para siswa berangsur membaik dan secara bertahap diperbolehkan pulang. [Ant]


















