Man Osman, alumni BML Vol.1, memberi pesan menyentuh bagi musisi muda.
“Teman-teman, buat yang punya karya siapin karyanya semaksimal mungkin dari segi kualitas audio, visual, sampai ke soul-nya dan juga koneksinya. Salah satu cara memperkuat koneksinya adalah dengan ikut Bintang Muda Lokananta Vol.2,” ujarnya.
Pesan itu menjadi dorongan bagi banyak peserta yang hadir. Salah satunya Nouval, pengunjung yang mengaku baru mengenal Lokananta dari sisi lain.
“Sangat excited karena sebagai orang awam saya hanya tahu Lokananta sebagai museum piringan hitam saja. Ternyata masih eksis juga untuk record label. Dan program mereka, Bintang Muda Lokananta ini, sangat menarik untuk diikuti musisi pemula,” katanya.
Roadshow Semarang menjadi bukti bahwa Bintang Muda Lokananta bukan hanya ajang pencarian bakat, melainkan gerakan kolektif untuk memperkuat ekosistem musik independen.
Dari panggung kecil di Tandean, semangat besar itu bergema: musik bukan sekadar hiburan, melainkan penggerak ekonomi kreatif dan ruang tumbuh bagi generasi baru.
Setelah Semarang, Roadshow BML Vol.2 akan berlanjut ke Kota Malang pada minggu ketiga.


















