Rombongan Persib U18 Diserang di Rest Area Batang, Koper Dijarah

Persib U18
Ilustrasi penyerangan bus klub sepak bola. ChatGPT

“Para pemain usia muda seharusnya dapat menjalani proses pembinaan dan meniti perjalanan karir sepak bola dalam lingkungan yang aman dan mendukung. Mereka tidak sepatutnya menjadi korban ataupun menyaksikan tindakan kekerasan yang muncul akibat rivalitas antarklub,” tulis I.League.

I.League menegaskan bahwa rivalitas dalam sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas. Dukungan dan kecintaan terhadap klub tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melakukan penyerangan, intimidasi, perusakan, maupun tindakan yang merugikan orang lain. Ketika pertandingan berakhir, penghormatan terhadap keselamatan dan hak setiap orang harus tetap dijunjung tinggi.

Seluruh elemen sepak bola, termasuk klub dan suporter, memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga agar sepak bola menjadi ruang yang aman, menjunjung persaudaraan, serta memberikan teladan positif bagi generasi muda. Segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan rivalitas harus dihentikan.

Bacaan Lainnya

I.League terus memantau perkembangan penanganan insiden ini dan mendorong koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan personel yang terdampak. I.League juga berharap proses penelusuran dan penegakan hukum dapat berjalan secara menyeluruh, objektif, dan transparan, sehingga fakta kejadian terungkap dan pihak-pihak yang terbukti bersalah dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“I.League menegaskan, tidak ada tempat bagi kekerasan dan tindakan kriminal dalam sepak bola Indonesia. Setiap perbuatan harus dipertanggungjawabkan, dan setiap tindakan yang terbukti melanggar hukum harus mendapatkan konsekuensi yang tegas. Jangan sampai rivalitas merenggut rasa aman, meninggalkan trauma bagi pemain muda, dan mencederai nilai-nilai sportivitas yang seharusnya menjadi fondasi sepak bola Indonesia,” tegas I.League. [Ant]

Pos terkait