Rugikan Warga dan Lingkungan, Kiai Budi Soroti Polemik Pakuwon Mall

Pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Tembalang Kiai Budi Harjono
Pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Tembalang Kiai Budi Harjono
  • Kiai Budi Harjono menolak proyek Pakuwon Mall Gombel Lama Semarang
  • Ia mendesak pemerintah berani menolak atau menghentikan proyek bila terbukti membahayakan warga dan lingkungan

MATASEMARANG.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Al Islah Tembalang, Kota Semarang, Kiai Budi Harjono, melontarkan kritik keras atas polemik pembangunan Pakuwon Mall di kawasan Gombel Lama.

Ia menilai proyek yang terbukti merusak lingkungan dan merugikan warga harus dievaluasi serius karena bertentangan dengan tanggung jawab moral dan nilai-nilai agama.

Menurut Kiai Budi, alam tidak boleh dipandang sekadar objek eksploitasi demi investasi.

Bacaan Lainnya

Tanah, air, udara, dan unsur kehidupan lainnya berkaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat, sehingga tidak boleh diperlakukan semena-mena.

“Kalau boleh secara radikal, saya menolak proyek Pakuwon,” tegasnya.

Ia meminta polemik ini ditelusuri secara mendalam, mulai dari dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), status tanah, kelengkapan izin, hingga kondisi warga yang tinggal di sekitar proyek.

Kawasan Gombel Lama hingga Gunungpati, katanya, berperan penting dalam sistem tata air sebagai “menara air” Kota Semarang.

Karena itu, pembangunan berskala besar di sana harus memperhitungkan daya dukung lingkungan, risiko geologi, dan keselamatan permukiman.

“Kalau Pakuwon kita telisik secara hukum juga status tanahnya, izinnya, kemudian apakah dia punya keberanian untuk berbagi dengan masyarakat lingkungannya, saya siap hadir membela warga karena hati saya memang menyangkut kealaman,” ujarnya.

Kiai Budi juga mengkritik pola pembangunan yang dinilainya terlalu memberi ruang kepada investor sebelum dampak terhadap lingkungan dan masyarakat dipastikan.

Pos terkait