Sementara itu, Co-Founder The Grandia Group Aurellia Inez Megaputri mengatakan, konsep Green Residence Living akan diimplementasikan secara bertahap mulai dari fondasi energi bersih meliputi pemasangan solar PV rooftop pada unit rumah dan fasilitas umum serta penerangan kawasan menggunakan solar street lighting.
“Kami lakukan secara bertahap, termasuk transisi energi rumah tangga dengan penerapan gas rumah tangga berbasis CNG, juga menguranfi ketergantungan pada LPG konvensional,” kata Aurellia.
Lebih lanjut ia menyampaikan bangunan rumah yang nantinya akan didirikan fokus pada penghematan energi. Termasuk penggunaan ventilasi dan pencahayaan alami. Selain itu juga menggunakan material ramah lingkungan pada bangunannya.
Sementara pada pengolahan sampah serta perawatan lingkungan juga menjadi fokus tersendiri, dimana pengolahan sampah akan dimaksimalkan melalui waste management yang terintegrasi termasuk kompos dan bank sampah.
“Kami juga akan menerapkan Smart Green Energy, dimana kita bisa monitoring energi dan lingkungan secara digital. Juga soal kendaraan kita juga akan menyiapkan kawasan yang menunjang kendaraan elektrik. Tujuannya besarnya untuk membuat kawasan lebih hijau dan sehat,” jelasnya.
Hunian pada Green Residential ini akan didirikan di salah satu klaster di The Grandia Metropolis bernama Sakalint. Dari proyek ini diharapkan bisa turut membantu dalam menyelesaikan masalah dan tantangan iklim global saat ini.
Nantinya akan ada 44 unit yang dibangun menggunakan konsep green living. Menariknya, sekitar 40 persen unit sudah terjual. Hal ini berarti masyarakat mulai memahami konsep green living yang lebih mengedepankan ramah lingkungan.


















