Rusak Aset Pemkot Saat Demo May Day, Mahasiswa Minta Maaf ke Wali Kota Semarang

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng

MATASEMARANG.COM – Lima mahasiswa yang menjadi tahanan kota lantaran terlibat kerusuhan saat May Day mendatangi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.

Kedatangan mereka bermaksud untuk meminta maaf atas apa yang mereka lakukan saat itu.

Mereka mengaku merusak aset milik Pemkot Semarang saat menyampaikan aspirasinya di depan Gedung DPRD Jawa Tengah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  2 Pekan Setelah Jembatan Bringin Jebol, Pemkot Siapkan Penanganan Darurat

Dengan didampingi ketua BEM Undip dan Unnes, kelima mahasiswa tersebut yakni Muhammad Akmal Sajid, Kemal Maulana, Afta Dhiaulhaq Al Falis, Jovan dan Afrizal diterima langsung Wali Kota Semarang di kantornya, Semarang, Selasa.

“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena telah merusak aset milik Pemerintah Kota Semarang berupa barikade taman yang kemudian saya lempar ke dalam gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah. Saya menyesal dan ingin memperbaiki diri serta tidak mengulangi perbuatan yang sama,” kata salah satu mahasiswa.

BACA JUGA  Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor Juga Jadi Sasaran Razia Operasi Patuh Candi 2025 di Semarang

Agustina Wilujeng menyambut baik inisiatif para pimpinan BEM yang mengantar lima kawannya. Mereka mengaku telah mengambil keputusan keliru dan sekarang menyesali perbuatannya.

“Hari ini para pemimpin BEM mengambil tanggung jawab untuk mengantar 5 kawannya yang mengambil keputusan yang keliru dan sekarang berada dalam posisi yang sulit. Tugas pemimpin mencari jalan yang sudah pas. Yang mau langsung datang, ini saya suka,” katanya.

Ia berpendapat bahwa aksi anarkis mahasiwa tersebut terjadi karena kurangnya pengalaman dalam menyampaikan aspirasi dengan baik dan benar.

BACA JUGA  Semarang Jadi Lokus Studi Lapangan, Wali kota Sambut Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Lemdiklat POLRI

Saat mengikuti aksi, mahasiswa juga harus melihat situasi. Jika sudah mengarah pada kericuhan hendaknya mahasiswa bisa lebih menahan.

Pos terkait