MATASEMARANG.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 1 Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo, mendadak dihentikan sementara setelah ditemukan dugaan makanan tidak layak konsumsi pada Jumat 6 Februari 2026.
Insiden ini bermula ketika guru mencium aroma menyengat dari salah satu menu paket MBG.
Demi keselamatan siswa, makanan langsung diamankan dan dikembalikan ke pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pemeriksaan awal dilakukan oleh petugas Puskesmas bersama anggota Koramil.
Sejak Senin 9 Februari 2026, operasional SPPG dinonaktifkan sementara untuk evaluasi.
Penelusuran kemudian mengarah ke SPPG Yayasan Insan Wonosobo.
Koordinator lapangan berinisial A mengakui bau menyengat berasal dari lauk telur puyuh yang dipasok mitra berinisial R.
“Yang bermasalah itu telur puyuh, bukan seluruh menu,” jelasnya. Ia menambahkan, evaluasi akan dilakukan terhadap mekanisme pengadaan dan distribusi bahan makanan, termasuk pengawasan mitra penyedia.
Sejumlah warga mendesak Pemerintah Kabupaten Wonosobo, khususnya Dinas Kesehatan, memperketat pengawasan.
Mereka menilai kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas, mengingat program MBG menyasar anak-anak usia sekolah.
Hingga kini, belum ada laporan siswa mengalami gejala keracunan. Namun, penghentian sementara dilakukan sebagai langkah antisipatif sambil menunggu hasil evaluasi lebih lanjut.


















