MATASEMARANG.COM – Cara melayani sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini memang keterlaluan. Para pengelola SPPG ini menyajikan kelapa utuh kepada para siswa penerima MBG.
Entah apa yang ada di benak para pengelola SPPG termasuk ahli gizi yang bertugas di dapur MBG itu. Kelapa memang mengandung gizi, namun tidak seperti itu caranya memberikan asupan kepada siswa.
Cara aneh melayani sembilan SPPG seperti itulah yang membuat Badan Gizi Nasional (BGN) berang.
BGN akhirnya menghentikan (suspend) sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gresik yang menyajikan kelapa utuh sebagai bagian dari menu MBG.
Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menyayangkan keputusan para pengelola SPPG tersebut yang dinilai mengabaikan polemik serupa yang sebelumnya sudah menjadi perhatian publik.
“Pemberian kelapa utuh sebelumnya sudah menjadi perhatian publik di beberapa daerah. Seharusnya hal itu menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola SPPG agar lebih berhati-hati dalam menentukan menu yang diberikan kepada penerima manfaat,” ujar Nanik di Jakarta, Minggu.
Nanik juga secara tegas menolak alasan sembilan SPPG tersebut yang menyatakan bahwa menu tersebut diberikan atas permintaan penerima manfaat. Menurutnya, setiap SPPG tetap wajib mengikuti standar menu dan pedoman operasional yang telah ditetapkan dalam Program MBG.
“Seluruh SPPG tetap harus mengikuti pedoman menu dan standar pelayanan yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, sembilan SPPG di Gresik yang memberikan kelapa utuh saat ini kami hentikan sementara operasionalnya untuk proses evaluasi,” katanya.





















