Setahun Memimpin, Agustina-Iswar Buka Lebar Akses Pendidikan di Kota Semarang

wali kota semarang agustina wilujeng. (maatsemarang.com/Lia dina)
wali kota semarang agustina wilujeng. (maatsemarang.com/Lia dina)

Program Semarang Cerdas tidak berdiri sendiri. Ia bersinergi erat dengan empat pilar lainnya. Transformasi birokrasi berbasis merit yang bersih dari korupsi, gratifikasi, dan pungli—yang dibuktikan dengan Penghargaan Manajemen Talenta dari BKN pada Januari 2026—menjadi fondasi bagi lahirnya kebijakan pendidikan yang tepat sasaran. Aplikasi pelayanan publik terpadu mendukung kemudahan akses layanan pendidikan bagi warga.

Semarang Sehat dengan program penanganan stunting memastikan anak-anak tumbuh dengan gizi cukup, siap menyerap pelajaran. Semarang Makmur dengan penguatan ekonomi kerakyatan membuat orang tua memiliki penghasilan untuk menyekolahkan anak-anaknya—tercermin dari capaian pajak hiburan 106,38 persen dan pajak restoran 104,31 persen di tengah kebijakan efisiensi nasional. Semarang Tangguh dengan infrastruktur yang membaik memudahkan akses anak-anak menuju sekolah, termasuk penanganan banjir yang mengentaskan genangan seluas 230,98 hektare.

BACA JUGA  Unsoed Rayakan Dies Natalis Ke-62 dengan Pergelaran Wayang Kulit

Target 2026: Makin Banyak Warga Tersentuh Layanan Pendidikan

Bacaan Lainnya

Memasuki tahun kedua, pemerintah kota tak berpuas diri. Berbagai target telah disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan:

· Perluasan program sekolah swasta gratis dari 129 menjadi 135 sekolah
· Perluasan program beasiswa untuk ribuan siswa miskin dan berprestasi
· Pembangunan infrastruktur pendidikan lanjutan
· Penyelenggaraan 15 kompetisi olahraga, seni, dan inovasi
· Fasilitasi kompetisi internasional bagi talenta muda Semarang

BACA JUGA  Soal Peran Pesantren, Wali Kota Semarang Bilang Begini

“Tahun depan kita kejar target yang lebih tinggi. Tidak boleh ada anak Semarang yang tidak sekolah karena alasan biaya. Semua harus mendapat akses pendidikan yang layak. Ini janji kami kepada warga Semarang,” tegas Agustina.

Pos terkait