MATASEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan peran pondok pesantren penting dalam pengembangan pendidikan dan pembangunan karakter masyarakat.
“Jumlah pesantren di Kota Semarang kurang lebih 300 ponpes,” katanya saat Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang, Minggu.
Ia mengungkapkan rencana untuk menjalin sinergi yang lebih erat antara Pemerintah Kota Semarang dan Kementerian Agama Kota Semarang melalui MoU.
“Sekarang harus sinergi. Ada yang mengusulkan mengadakan MoU antara Pemerintah Kota Semarang dengan Kemenag Kota Semarang,” katanya.
Melalui kerja sama itu, ia berharap kurikulum pendidikan di berbagai jenjang, termasuk di pesantren, dapat diperkaya dengan isu-isu relevan. Misalnya, ketahanan pangan, pencegahan stunting, dan pengelolaan sampah yang benar.
Jadi, nanti jika anak-anak dari sekolah negeri di bawah Kemenag itu kurikulumnya ada tentang ketahanan pangan dan pencegahan stunting.
Di MA, MTs juga ada bagaimana cara membuang sampah dengan benar, memilah, atau mengolah sampah di lingkungan sekolah masing-masing.
Ia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan perhatian dan pengembangan pesantren di Kota Semarang. (Ant)
Soal Peran Pesantren, Wali Kota Semarang Bilang Begini

















